Ngalam Pinter Kota Malang Diperluas ke 19 Kampus, UNISMA Ikut Bergabung

0

Kota Malang menambah amunisi baru untuk program prioritas pendidikannya. Universitas Islam Malang (UNISMA) menyatakan dukungan penuh bagi Ngalam Pinter — program Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang…

UNISMA dan Pemkot Malang tanda tangan kerja sama Ngalam Pinter

Pemerintah Kota Malang

Kota Malang menambah amunisi baru untuk program prioritas pendidikannya. Universitas Islam Malang (UNISMA) menyatakan dukungan penuh bagi Ngalam Pinter — program Wali Kota Malang Wahyu Hidayat yang menyokong calon sarjana lewat beasiswa APBD — lewat nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pemerintah Kota Malang di Balai Kota, Rabu (5/8/2026). Dukungan itu tidak berhenti di atas kertas: UNISMA langsung menurunkan tiga perjanjian ke tingkat fakultas, dan dua pekan berselang kolaborasi sejenis diperluas ke 19 perguruan tinggi swasta di Kota Malang.

MoU dan PKS Diteken di Balai Kota

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mempertemukan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta di ruang sidang Balai Kota. Universitas Brawijaya, UNISMA, dan Universitas Ma Chung duduk satu meja dengan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Wahyu menegaskan penandatanganan itu bukan seremoni biasa. “PKS yang kita tandatangani bersama ini, akan berlangsung selama lima tahun ke depan,” kata Wahyu, Rabu (5/8/2026).

Kerja sama tersebut menjadi kelanjutan dari program unggulan pemerintah daerah, sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden agar pemerintah daerah memperkuat kemitraan dengan kampus. Tahap berikutnya lebih teknis: perjanjian disusun bersama fakultas dan perangkat daerah sesuai kebutuhan pembangunan kota dan kompetensi masing-masing fakultas.

Bagi Wahyu, kolaborasi ini menutup jarak antara rencana pembangunan dan dunia akademik. Pemkot Malang berniat memanfaatkan hasil penelitian serta kajian kampus sebagai bahan penyusunan kebijakan publik. Ia menyebut pola kerja itu bagian dari pendekatan pentahelix yang merangkul pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.

Ngalam Pinter dan Beasiswa dari APBD

Inti kerja sama ini adalah penyelarasan RPJMD Kota Malang dengan sepuluh program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Salah satu program yang berada di depan adalah Ngalam Pinter, yang menyasar lahirnya sarjana berkualitas dengan sokongan beasiswa dari APBD Kota Malang.

Wahyu melihat potensi akademisi belum tergarap maksimal. Karena itu, kampus diminta menyelaraskan programnya dengan kebutuhan kota agar kerja sama berjalan konkret dan manfaatnya terasa langsung oleh warga. Kesepakatan induk akan berjalan selama lima tahun dan disesuaikan dengan prioritas pembangunan dalam RKPD.

Menurut Wahyu, hampir 60 perguruan tinggi negeri dan swasta berdiri di Kota Malang. Jumlah itu membuat kota ini menyandang status Kota Pendidikan, sekaligus menyimpan energi besar yang harus dioptimalkan untuk pembangunan daerah.

UNISMA Turun ke Tiga Fakultas

Bagi UNISMA, dukungan terhadap Ngalam Pinter diwujudkan lewat jalur yang paling dekat dengan warga: perluasan akses pendidikan tinggi. Rektor UNISMA Junaidi menuturkan, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi warga Kota Malang yang ingin melanjutkan kuliah.

Menurut Junaidi, kampusnya mendukung program Ngalam Pinter di bidang kesehatan maupun administrasi. Rektor UNISMA itu juga berjanji mencetak calon sarjana berkualitas melalui sokongan beasiswa dari APBD Kota Malang.

Agar tidak berhenti sebagai wacana, UNISMA menindaklanjuti MoU dengan tiga PKS di tingkat fakultas: Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Pendidikan, dan Fakultas Ilmu Administrasi. Sebagian kerja sama bahkan sudah berjalan lebih dulu, seperti kemitraan Fakultas Kedokteran dengan Dinas Kesehatan Kota Malang.

Manfaatnya tidak hanya untuk mahasiswa. Fakultas Ilmu Administrasi membuka peluang bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Malang untuk menempuh jenjang magister, sehingga kapasitas birokrasi kota ikut terangkat.

Asesmen Kesehatan Mental Mahasiswa Baru

UNISMA juga menyiapkan langkah pencegahan di hulu. Calon mahasiswa baru akan menjalani asesmen kesehatan mental sebelum perkuliahan dimulai, sebagai deteksi dini persoalan psikologis. Menurut Junaidi, kondisi kesehatan mental mahasiswa ikut menentukan citra Kota Malang sebagai kota pendidikan.

Ia mengingatkan, peristiwa nekat di Jembatan Suhat dan perilaku menyimpang segelintir mahasiswa perlahan menggerus reputasi kota. Karena itu, seluruh pihak perlu bergerak lebih awal sebelum persoalan membesar. Wali Kota sepakat bahwa persoalan itu harus dibicarakan bersama kampus, termasuk menyaring calon mahasiswa baru, dengan catatan kebijakan akhir tetap berada di tangan masing-masing perguruan tinggi.

Dari sisi Universitas Brawijaya, Rektor Widodo menilai kampus memiliki tanggung jawab moral terhadap warga Kota Malang. Kontribusi itu dijalankan lewat program Kampung Lingkar Kampus yang mendorong kampung di sekitar universitas menjadi tangguh, sehat, bersih, dan berdaya saing ekonomi, lengkap dengan pengembangan industri kreatif berbasis potensi lokal.

Rektor dari Universitas Ma Chung, Stefanus Yufra Menahen Taneo, menambahkan bahwa kolaborasi ini menerapkan pola hexahelix. Kampusnya menyumbang lewat pendidikan profesi kesehatan, pengabdian warga, dan penguatan pendidikan profesi apoteker dengan praktik di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan. Kampus itu juga membuka layanan cek mata dan membagikan kacamata untuk anak-anak, program rutin yang dijalankan lewat Program Studi Optometri.

Riset Kampus Jadi Dasar Kebijakan Kota

Ikatan kerja sama ini tidak berhenti pada seremoni. Setiap perjanjian disusun menurut kebutuhan pembangunan daerah dan keahlian fakultas, sehingga program pemerintah bisa berjalan seiring program kampus. “Program-program Pemkot Malang nantinya dapat dikolaborasikan dengan perguruan tinggi sesuai spesialisasi,” ujar Wahyu.

Pemkot Malang berencana menjadikan hasil riset dan kajian akademik sebagai fondasi penyusunan kebijakan publik. Dengan begitu, keputusan yang diambil pemerintah kota bertumpu pada temuan ilmiah dari kampus yang berdiri di wilayahnya sendiri, bukan pada asumsi. Pemerintah kota memakai pendekatan pentahelix yang merangkul akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media agar kolaborasi itu berkelanjutan.

Diperluas ke LLDIKTI dan 19 Perguruan Tinggi Swasta

Kerja sama pendidikan Kota Malang kemudian melebar. Pada hari Rabu (19/8/2026), Pemkot Malang menggandeng 19 perguruan tinggi swasta bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur. Tujuannya memperluas akses pendidikan, menaikkan mutu sumber daya manusia, dan menopang pembangunan daerah lewat Ngalam Pinter.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitri, memaparkan bahwa 44 perguruan tinggi swasta di Kota Malang menyatakan kesiapan mendukung Ngalam Pinter lewat konsep Kampus Berdampak. Dari jumlah itu, 19 kampus menandatangani kerja sama dengan Pemkot Malang.

Dyah menilai keterlibatan kampus tidak cukup berhenti pada pendidikan. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian Tridharma Perguruan Tinggi perlu dihilirkan menjadi inovasi bernilai ekonomi. Ia berharap kerja sama ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkot Malang mewujudkan Ngalam Pinter melalui perguruan tinggi swasta.

Wahyu menyambut baik dukungan tersebut. Menurutnya, setiap kampus memiliki kompetensi dan program studi yang bisa disinergikan dengan program prioritas RPJMD, sehingga kerja sama lebih konkret. Ia juga menyebut peran kampus kian penting dalam menaikkan mutu sumber daya manusia, sejalan dengan dorongan pemerintah pusat agar daerah memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi di wilayahnya.

Kampus juga diminta memberi atensi pada mahasiswa dari keluarga prasejahtera. LLDIKTI menyoroti pula mereka yang datang dari Nusa Tenggara Timur, dengan pendataan serta tindak lanjut yang mengikuti kapasitas tiap kampus. Bantuan pendidikan lewat Kartu Indonesia Pintar Kuliah juga tercatat sudah dimanfaatkan lebih 2.000 mahasiswa di Kota Malang.

Investasi Jangka Panjang Kota Pendidikan

Rangkaian kesepakatan ini menempatkan kampus sebagai mitra tetap pembangunan Kota Malang, bukan sekadar lembaga yang menampung mahasiswa. Pemerintah kota, akademisi, dan warga diharapkan bersama-sama merumuskan solusi atas persoalan kota, dari tata kelola administrasi hingga kesehatan jiwa generasi muda.

Junaidi menegaskan komitmen kampusnya untuk mewujudkan warga Kota Malang yang cerdas, bermartabat, dan berkualitas, baik warga biasa maupun aparatur sipil negara. Dari sisi pemerintah kota, kemitraan dengan perguruan tinggi dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 — dengan Ngalam Pinter sebagai pintu masuk bagi warga Kota Malang yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa kehilangan dukungan pembiayaan.

Sumber: malang-post.com (5/8/2026), seru.co.id (5/8/2026 dan 19/8/2026). Foto: Dokumentasi malang-post.com

Infografis UNISMA Dukung Ngalam Pinter, Kerja Sama Pendidikan Kota Malang Diperluas ke 19 Kampus

Baca juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *