Feeder Trans Jatim Kota Malang: Bantuan Rp5 Miliar dan Skema Lanjutannya
Bus Trans Jatim Koridor 2 dijadwalkan melayani Malang Raya mulai 12 Oktober 2026. Menjelang tenggat itu, perhatian Pemerintah Kota Malang tidak berhenti pada bus besarnya. Ada satu pekerjaan yang…
Pemerintah Kota Malang
Bus Trans Jatim Koridor 2 dijadwalkan melayani Malang Raya mulai 12 Oktober 2026. Menjelang tenggat itu, perhatian Pemerintah Kota Malang tidak berhenti pada bus besarnya. Ada satu pekerjaan yang posisinya justru menentukan: menyiapkan angkutan pengumpan yang mengantar penumpang dari jalan lingkungan ke titik naik bus.
Angkutan pengumpan atau feeder itu menjadi penghubung antara kawasan permukiman dan jalur utama Trans Jatim. Tanpa layanan ini, warga yang tinggal jauh dari jalan protokol tetap harus berjalan kaki atau memakai kendaraan pribadi sebelum bisa menaiki bus.
Menakar Skema Bantuan Sebelum Diterima
Bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur disebut bernilai Rp5 miliar. Nilai itu tidak dibaca Pemkot Malang sebagai pendanaan permanen, melainkan sebagai stimulan yang masa berlakunya terbatas.
Karena sifatnya yang sementara itu, hitung-hitungan kemampuan kas daerah menjadi bagian yang tidak bisa dilewati. Pemerintah kota perlu tahu pasti berapa biaya yang sanggup ditanggung sendiri ketika dukungan provinsi berakhir.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan pemerintah kota masih mempelajari skema bantuan tersebut secara rinci. Ia menyebut langkah pertama adalah sosialisasi, dan jadwal pembahasan dengan pemerintah provinsi sudah menunggu.
Menurut Wahyu, kajian perlu dilakukan supaya program ini punya pijakan jangka panjang. Ia juga menekankan pentingnya satu pemahaman di antara semua pihak, sebab informasi yang beredar selama ini masih berbeda soal ke mana bantuan akan diarahkan.
Pemerintah kota meminta kejelasan itu diperoleh sebelum dana diterima, agar tidak muncul perbedaan tafsir di kemudian hari. Pemerintah kota, katanya, ingin mengetahui secara detail ketika pemerintah provinsi menjelaskan isi bantuan keuangan tersebut.
Armada Baru atau Angkot yang Sudah Berjalan
Satu pertanyaan yang masih terbuka adalah soal kendaraan. Feeder bisa diadakan dengan armada baru, bisa juga dengan memanfaatkan angkutan kota yang selama ini sudah melayani warga Kota Malang.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang Widjaja Saleh Putra menyebut pengadaan feeder masih dimatangkan bersama skema alokasi anggaran dari pemerintah provinsi.
Anggarannya kalau untuk pengadaan armada baru sebagai feeder mungkin cukup untuk 10 unit,” jelas Widjaja.
Sisanya, ia menambahkan, bergantung pada pilihan armada. Bila memanfaatkan angkutan kota yang sudah ada di Kota Malang, jumlah unit yang bisa dilayani diperkirakan lebih banyak dibandingkan pengadaan kendaraan baru.
Pilihan kedua itu sejalan dengan arah kebijakan yang diinginkan Wali Kota. Wahyu menyebut penataan transportasi di Kota Malang harus mengatasi kemacetan sekaligus menjaga agar angkot yang sudah beroperasi tidak kehilangan penumpang.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan Buy The Service diarahkan untuk menekan kemacetan dan membuat pergerakan warga lebih terkendali. Pada saat yang sama, angkot yang selama ini melayani rute kota diminta tidak menjadi pihak yang menanggung kerugian dari perubahan tersebut.
Dishub Kota Malang memposisikan diri sebagai fasilitator dalam program ini. Widjaja mengingatkan bahwa Trans Jatim merupakan program Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, sementara pemerintah kota menyiapkan layanan penunjangnya.
Momen Mengangkat Angkot yang Mulai Tersisih
Kalangan DPRD Kota Malang menilai kehadiran feeder sebagai peluang untuk memberdayakan angkot yang belakangan kian tersisihkan. Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita mengingatkan bahwa program yang difasilitasi pemerintah provinsi sebaiknya tidak ditanggapi dengan lambat.
Menurut Amithya, keberadaan angkutan pengumpan menentukan apakah manfaat Trans Jatim bisa dirasakan warga di luar jalur protokol. Ia ingin layanan itu menjangkau kawasan permukiman yang selama ini luput dari perhatian penataan transportasi.
Ya, pasti bantuan senilai Rp5 miliar ini stimulan,” jelasnya.
Karena sifat bantuan yang sementara itu, ia menilai pemerintah kota perlu menakar kekuatan APBD sebelum menjadikan layanan pengumpan sebagai program tetap. Tanpa perhitungan itu, keberlanjutan feeder setelah dukungan provinsi berhenti akan sulit dijamin.
Pernyataan itu menegaskan satu hal: dukungan pembiayaan dari provinsi tidak berlangsung selamanya. Karena itu, kemampuan kas daerah menjadi penentu apakah layanan pengumpan bisa berjalan terus setelah masa stimulan berakhir.
Angkot yang sudah ada, menurut Amithya, dapat diikutsertakan untuk melengkapi layanan yang disiapkan pemerintah provinsi. Jalur protokol dinilai sudah terlayani bus, sementara ruas jalan kecil di sekitarnya belum tersentuh.
Menata Rute dan Menghitung Ulang Kemampuan APBD
Di sisi teknis, rute Trans Jatim Koridor 2 masih dimatangkan. Ada wacana rute dimulai dari Terminal Arjosari, ada pula opsi yang mengawali perjalanan dari Terminal Hamid Rusdi menuju Kepanjen melalui Bululawang hingga Gondanglegi.
Rencana jaringan Trans Jatim di Malang Raya mencakup tiga koridor. Yang menghubungkan Malang dengan Batu sudah beroperasi sejak November 2025, sedangkan koridor berikutnya yang menyambung wilayah selatan Kabupaten Malang dengan Kota Malang dijadwalkan beroperasi pada 12 Oktober 2026.
Untuk operasional Koridor 2, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran melalui Perubahan APBD Jawa Timur Tahun 2026 sebesar Rp10 miliar, karena layanan ini berjalan selama tiga bulan pada Oktober hingga Desember. Koridor 3 Malang Raya diperkirakan menyusul tahun depan bersamaan dengan pengembangan Trans Jatim di wilayah Pasuruan.
Konsekuensi fiskalnya jelas bagi pemerintah kota: setelah masa stimulan usai, pembiayaan feeder menjadi urusan daerah. Wahyu memilih menghitungnya dengan cermat daripada menyampaikan prediksi yang belum pasti.
Ia menegaskan bahwa angka-angka itu akan dihitung ulang menyesuaikan kemampuan kas daerah. Menurutnya, menyampaikan prediksi sebelum perhitungan selesai hanya berisiko melahirkan pernyataan yang keliru.
Pekerjaan rumah itu berjalan berdampingan dengan penyiapan rute dan kebutuhan armada. Peluncuran bus pada Oktober nanti akan menjadi ujian pertama, apakah angkutan pengumpan benar-benar siap mengantar warga dari jalan lingkungan ke jalur Trans Jatim, atau justru baru dimulai setelah busnya berjalan.
Baca juga
- Enam Sarpras SMAN Taruna Nala Diresmikan, Gubernur dan Wawali Malang Tekankan Penguatan Karakter
- Pemkot Malang dan UB Perkuat Tri Dharma, Kajian Kampus Jadi Dasar Kebijakan Kota
- Wawali Ali Resmikan Kampus Baru SD Aisyiyah Kamila, Dorong Pendidikan Bermutu
Sumber: seru.co.id (11 Agustus 2026) dan malang-post.com (4 Agustus 2026). Kredit foto: Dokumentasi malang-post.com (armada bus Trans Jatim di Malang Raya).

