Bantuan Pangan Kota Malang: 30 Kilogram untuk 54.820 Warga, Mulai dari Polowijen

0

Beban rumah tangga berpenghasilan rendah di Kota Malang belum juga ringan. Harga bahan pokok di pasaran masih tinggi, dan beras kualitas premium kian sulit dijangkau warga. Pemerintah Kota Malang pun…

Penyaluran Bantuan Pangan Dimulai di Polowijen, Jatah 30 Kilogram untuk 54.820 Warga Kota Malang

Pemerintah Kota Malang

Beban rumah tangga berpenghasilan rendah di Kota Malang belum juga ringan. Harga bahan pokok di pasaran masih tinggi, dan beras kualitas premium kian sulit dijangkau warga. Pemerintah Kota Malang pun menempuh jalur yang paling cepat terasa di tingkat tapak, yakni menyalurkan bantuan pangan berupa beras yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah.

Penyaluran perdana berlangsung di halaman kantor Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Rabu (26/8/2026). Halaman kelurahan mendadak ramai karena 606 penerima bantuan pangan atau PBP datang lebih awal dan mengantre dengan tertib. Sebelum menerima jatah, warga mendaftar lebih dulu ke panitia pendistribusian. Beras yang dibagikan pada tahap pertama ini berjenis medium, dengan bobot total 18.180 kilogram. Wali Kota Malang Wahyu Hidayat memantau langsung jalannya pembagian dan mengajak Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Kota Malang turun ke lokasi.

Program ini diharapkan mengurangi beban pengeluaran keluarga sekaligus membantu menahan laju inflasi beras. Pemerintah kota menegaskan bantuan diarahkan kepada warga yang namanya sudah ditetapkan sebagai penerima, bukan berdasarkan penilaian dadakan di lapangan.

Bantuan pangan ini merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional dan Perum Bulog. Beras yang dibagikan berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP. Beras dari cadangan pangan itu diberikan tanpa biaya kepada warga yang namanya sudah tercatat. Pemerintah kota menyebut bantuan ini sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat membantu keluarga berpenghasilan rendah memenuhi bahan pokok sehari-hari.

Beras menjadi komoditas yang paling menentukan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah. Kenaikan harganya langsung terasa pada belanja harian, sementara warga tidak selalu punya pilihan merek lain yang lebih murah. Karena itu, kehadiran bantuan dinilai lebih mendesak ketika pasokan di pasar belum sepenuhnya normal.

Tiga Alokasi Dirapel, Tiap Penerima Bawa Pulang 30 Kilogram

Wahyu menjelaskan, jatah bantuan periode ini dirapel untuk tiga bulan sekaligus, meliputi Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap bulan bernilai 10 kilogram beras. Karena ketiga alokasi diberikan bersamaan, seorang penerima membawa pulang 30 kilogram yang terbagi dalam tiga kantong, masing-masing berisi 10 kilogram.

Paket yang disalurkan kali ini murni beras medium dan tidak disertai minyak goreng. Komoditas bantuan mengikuti ketentuan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah tidak berwenang menambahkan jenis bahan pokok lain di luar kebijakan tersebut.

Banyak masyarakat yang bertanya soal minyak goreng, tetapi komoditas yang kami salurkan mengikuti ketentuan pemerintah pusat.

Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang

Meski demikian, ia tidak menutup peluang adanya tambahan bantuan apabila pemerintah pusat menerbitkan kebijakan baru. Bila itu terjadi, Pemkot Malang menyatakan siap menyalurkannya kepada warga penerima.

Di lokasi penyaluran, pembagian diatur berlapis. Warga yang datang lebih dulu mencatatkan diri ke panitia, lalu menunggu namanya dipanggil untuk menerima jatah. Petugas kelurahan bersama aparat setempat menjaga antrean supaya pembagian berjalan lancar dan tidak menimbulkan kerumunan.

Untuk Kota Malang, total beras yang disiapkan pada program ini mencapai 1.664 ton bagi 54.820 penerima. Penyaluran di Polowijen baru menyentuh sebagian kecil dari daftar tersebut. Setelah kelurahan itu selesai, penyaluran bergerak ke 56 kelurahan lain di Kota Malang.

Bulog Cabang Malang memasang target penyelesaian penyaluran di Kota Malang dalam 5 hari. Percepatan itu ditempuh bersama Pemerintah Kota Malang agar manfaat bantuan bisa segera dirasakan warga. Bagi penerima, jatah tiga bulan sekaligus membuat kebutuhan beras keluarga tertutup lebih lama.

Data Penerima Diverifikasi, Lansia Dilayani Jemput Bola

Wahyu memastikan daftar penerima telah lolos verifikasi faktual. Nama-nama yang tercantum terdaftar secara sah dalam data Perlindungan Sosial atau Perlinsos, sehingga bantuan menyasar warga yang memang berhak.

Pemerintah kota juga menyiapkan perlakuan khusus bagi penerima yang tidak mungkin datang ke titik pembagian. Petugas RT, RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas diminta menjalankan pelayanan jemput bola dengan mengantar bantuan sampai ke rumah.

Bagi warga PBP yang kondisinya tidak memungkinkan hadir, kami minta disalurkan langsung ke rumahnya oleh petugas setempat.

Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang

Persoalan pendataan mendapat perhatian tersendiri. Menurut Wahyu, pemutakhiran data penting supaya warga yang seharusnya berhak tidak luput dari daftar penerima. Pendataan dan verifikasi dilakukan lewat petugas di lapangan, supaya kondisi penerima tetap cocok dengan data yang dipakai saat penyaluran.

Pemerintah kota menilai verifikasi bukan urusan administratif semata. Daftar yang rapi menentukan apakah bantuan benar-benar sampai ke rumah tangga yang membutuhkan, sekaligus menutup celah salah sasaran yang sering dikeluhkan warga.

Di Kelurahan Polowijen, bantuan disambut haru oleh warga. Katining, janda berusia 70 tahun asal RW 5, mengaku sangat terbantu karena sehari-hari tinggal bersama dua anaknya yang berpenghasilan pas-pasan. Ia menyebut beras 30 kilogram itu sangat berarti untuk menyambung hidup, dan menilai kualitas beras medium yang diterimanya masih layak untuk ditanak.

Beras SPHP Rp12.500 per Kilogram, Operasi Pasar Jadi Opsi

Penyaluran bantuan pangan merupakan bagian dari kerja Perum Bulog bersama pemerintah daerah. Kepala Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman menyebut tahap perdana di Polowijen menjangkau 606 PBP dengan beras sekitar 18 ton. Untuk seluruh wilayah kerjanya, Bulog Cabang Malang menyediakan 18.825.870 kilogram beras. Jumlah sebesar itu diperuntukkan bagi 627.529 PBP.

Penerima itu tersebar di lima kabupaten dan kota yang masuk wilayah kerja Bulog Cabang Malang, mencakup Malang Raya dan Pasuruan Raya. Nurjuliansyah menargetkan seluruh proses pendistribusian di wilayah tersebut rampung pada pekan kedua September 2026. Untuk Kota Malang, distribusinya diperkirakan rampung sekitar satu pekan. Menurut dia, langkah itu menjadi bagian dari usaha menahan inflasi beras dan mengurangi beban ekonomi warga berpenghasilan rendah.

Di luar program bantuan, Bulog menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan atau SPHP ke pasar. Program itu berfungsi sebagai penyeimbang ketika harga beras premium melonjak, dan berbeda dari bantuan pangan yang dibagikan gratis kepada penerima. Sementara untuk Kota Malang, beras SPHP yang sudah tersalur ke pasar jumlahnya sekitar 700 ton. Harga jualnya dipatok paling tinggi Rp12.500 per kilogram, dan menjadi alternatif bagi warga saat harga beras premium naik.

Pemkot Malang tidak menumpukan upaya stabilisasi hanya pada penyaluran bantuan. Hasil pantauan TPID mendapati harga beberapa bahan pokok naik, antara lain beras, ayam, dan cabai. Karena itu, pemerintah kota menyiapkan intervensi pasar dengan lebih dulu membaca situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan distributor.

Kita harus intervensi, tetapi sebelum intervensi kita akan cek pasar dengan distributor untuk melihat situasi di lapangan.

Wahyu Hidayat, Wali Kota Malang

TPID menjadi forum yang memantau harga sekaligus pasokan di Kota Malang. Lewat forum itu, pemerintah kota menimbang apakah perlu menemui distributor, menambah pasokan, atau menyiapkan operasi pasar. Bila pantauan menemukan gangguan pada ketersediaan atau keterjangkauan pangan, operasi pasar masuk daftar langkah yang bisa diambil.

Menurut Wahyu, warga tidak cukup hanya mendapat barang yang ada di pasaran; harganya juga harus tetap terjangkau. Dua hal itu menjadi perhatian pemerintah kota, karena ketersediaan tanpa harga yang masuk akal tetap menyulitkan rumah tangga berpenghasilan rendah.

Jatah 30 kilogram itu jadi penopang pengeluaran rumah tangga. Warga menunggu pasokan dan harga beras di pasar kembali stabil, sementara bantuan pangan berjalan berbarengan dengan pemantauan harga, komunikasi dengan distributor, dan operasi pasar bila diperlukan. Langkah pemkot karena itu tidak bertumpu pada satu instrumen saja.

Baca juga

Dokumentasi: malang-post.com

Infografis Penyaluran Bantuan Pangan Dimulai di Polowijen, Jatah 30 Kilogram untuk 54.820 Warga Kota Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *