Jaring Sampah Sungai Kota Malang: Lokasi Kadal Pang dan Kebonsari
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan memasang jaring sampah pelampung di beberapa titik perbatasan aliran sungai. Dua lokasi yang disebut paling sering ditemukan sampah adalah Kadalpang dan…
Pemerintah Kota Malang
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang akan memasang jaring sampah pelampung di beberapa titik perbatasan aliran sungai. Dua lokasi yang disebut paling sering ditemukan sampah adalah Kadalpang dan Sungai Kebonsari. Jaring itu dipasang supaya sampah rumah tangga tidak hanyut sampai ke Kabupaten Malang.
Fakta praktis
- Apa yang dipasang: jaring sampah pelampung, diprioritaskan di aliran sungai yang melintasi wilayah perbatasan menuju Kota Malang.
- Lokasi yang disebut sumber: Kadalpang dan Sungai Kebonsari. Plt Kepala DLH Kota Malang menuturkan titik pastinya masih akan disesuaikan.
- Kapan dipasang: belum diumumkan. Sumber hanya menyebut pemasangan akan dilakukan, tanpa tanggal.
- Siapa yang memasang: DLH Kota Malang.
- Tujuan: menghadang sampah agar tidak hanyut ke hilir, sekaligus mempermudah petugas kebersihan menjaring sampah.
- Latar usulan: rencana ini merespons usulan Ketua DPRD Kota Malang.
- Jumlah titik: belum diumumkan.
- Biaya: belum diumumkan.
- Kontak resmi: belum diumumkan.
Sampah dari hulu tidak boleh sampai Karangkates
Sampah yang dibiarkan di aliran kota berpotensi terbawa arus jauh hingga Bendungan Karangkates di Malang Selatan. Karena itu penanganan lebih dulu di bagian hulu dinilai lebih efektif. Itu sebabnya jaring diprioritaskan di sungai yang mengarah masuk ke Kota Malang.
Selain menyiapkan jaring pelampung, DLH menginstruksikan jajaran kelurahan sampai RT dan RW memperketat imbauan larangan membuang sampah ke sungai.
Ada beberapa sungai yang memang selama ini banyak ditemukan sampah, seperti di Kadal Pang, terus di Sungai Kebonsari,” kata Plt Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, Jumat (9/10/2026).
Menurut Gamaliel, penempatan jaring masih akan disesuaikan. Alasannya, jaring itu memang khusus dipasang di sungai yang mengarah ke Kota Malang, bukan di semua aliran.
Apa itu jaring sampah pelampung
Jaring sampah pelampung adalah jaring yang mengapung di permukaan air untuk menahan sampah agar tidak ikut terbawa arus. Letaknya di aliran sungai yang mengarah masuk ke Kota Malang, sehingga sampah dari arah hulu tertahan lebih dulu.
Pemilihan titiknya bukan perkara mudah. DLH menyebut penempatan jaring harus menyesuaikan karakter sungai, apakah alirannya membawa banyak sampah rumah tangga atau tidak. Di Kadalpang dan Sungai Kebonsari, sampah disebut memang sering menumpuk.
Bagi petugas kebersihan, jaring ini mempermudah pekerjaan menjaring sampah. Sampah yang terkumpul di satu titik lebih cepat diangkut dibanding harus disisir di sepanjang aliran.
Persiapan menyambut musim penghujan
Pemasangan jaring berbarengan dengan persiapan DLH menyambut musim penghujan. Pengelolaan sampah yang tertahan di aliran sungai dibahas bersama langkah pencegahan banjir, terutama di kawasan yang selama ini menjadi langganan tumpukan sampah.
Pembersihan bertahap juga menyasar Dam Kadalpang serta aliran Sungai Kauman bersama warga dan perangkat kelurahan. Titik-titik itu dipilih karena sampah yang menumpuk di dam dan penyempitan aliran bisa menghambat air saat hujan deras.
Bagian dari rangkaian World Cleanup Day 2026
Pemasangan jaring sampah pelampung masuk rangkaian aksi pembersihan lingkungan World Clean Up Day 2026 dan gerakan Indonesia Asri. Aksi bersih-bersih sudah berjalan sejak 20 September di area Car Free Day, Kadalpang di aliran Sungai Brantas, Sungai Metro, hingga sejumlah titik mata air. Mahasiswa dan sejumlah komunitas lingkungan ikut turun langsung dalam aksi tersebut.
Kegiatan memakai tema WCD 2026, “Aksi Bersih-Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”. DLH mengajak generasi muda mengambil peran aktif menjaga kelestarian lingkungan.
Pada kegiatan pra-acara, petugas DLH mengangkut sekitar tiga ton sampah dari Sungai Metro memakai tiga unit mini dump truck. Dari kawasan sumber air di Merjosari, sampah yang diangkut sekitar satu unit mini dump truck.
Kegiatan lanjutan menyasar warga di sekitar sumber air Merjosari, antara lain lewat sosialisasi pengolahan sampah kepada masyarakat sekitar mata air. Harapannya, sampah rumah tangga bisa diolah menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai bagi warga.
Rangkaian aksi ini dikaitkan dengan program Ngalam Rijik. Program itu disebut sebagai salah satu Dasa Bakti Unggulan Pemerintah Kota Malang untuk mewujudkan kota yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Karena itu, menjaga kebersihan dinilai perlu dimulai dari kebiasaan sehari-hari warga.
Penghargaan dan kolaborasi lintas lembaga
Kota Malang sebelumnya mendapat penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri sebagai yang terbaik pertama dalam pengolahan sampah untuk wilayah Jawa dan Bali. Capaian itu disebut sejalan dengan langkah penanganan sampah yang sedang berjalan.
Aksi World Cleanup Day 2026 dipusatkan di kawasan Sungai Merjosari dan Saluran Sungai Metro, Jalan Joyo Tamansari 1, Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru. DLH berkolaborasi dengan Perumda Air Minum Tugu Tirta, komunitas lingkungan, dan pemangku kepentingan terkait.
Rangkaian kegiatannya diawali apel bersama, lalu penanaman pohon, dan aksi bersih-bersih aliran sungai serta kawasan sumber air. Turut terlibat Forkopimda, kader lingkungan, relawan, pasukan kuning dan hijau, komunitas pemuda, BUMD, serta instansi terkait.
Bibit buah dan dua sumber air yang disiapkan
DLH menyalurkan bantuan bibit tanaman untuk mendukung penataan lingkungan sumber air, mulai dari bibit durian, bibit alpukat, sampai sejumlah pohon pelindung. Bibit-bibit itu ditanam di kawasan sumber air agar daya resap tanah meningkat dan pasokan air tetap terjaga.
Bidang Ruang Terbuka Hijau dikerahkan menyiram tanaman itu rutin dua hingga tiga kali sepekan sampai masuk musim hujan. Penyiraman rutin dilakukan supaya bibit muda tidak mati saat kemarau belum sepenuhnya berakhir.
Selain penanganan sampah, DLH menindaklanjuti usulan warga soal pemanfaatan dua sumber air lokal, yakni Sumber Clumprit di Merjosari dan Sumber Sare di Kelurahan Pisang Candi. Kawasan sumber air itu diarahkan menjadi destinasi wisata air, dengan konsep seperti Umbul Ponggok di Klaten. Penataannya tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar mata air.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat ikut turun di kawasan Sumber Air Celumprit Merjosari. Ia menanam bibit pohon buah sekaligus membersihkan sedimen yang menumpuk di sana. Menurutnya, sumber air itu menyuplai air bersih untuk ribuan sambungan rumah tangga.
Pemerintah kota dan Perumda Tugu Tirta juga merencanakan rehabilitasi sarana penangkapan air beserta jaringan pendukungnya. Tujuannya agar sumber air di dalam kota bisa tersambung ke jaringan distribusi PDAM dan ketergantungan pada pasokan dari luar kota berkurang. Kementerian Pekerjaan Umum ikut terlibat dalam rencana rehabilitasi tersebut.
Sisa pekerjaan yang masih terbuka
Titik pasti, jadwal pemasangan, dan anggaran jaring sampah belum diumumkan. DLH juga belum memerinci berapa titik jaring yang akan dipasang maupun siapa yang merawat jaring itu setelah terpasang.
Warga yang ingin menyampaikan usulan soal penempatan jaring atau kondisi sungai di lingkungannya belum diberi saluran khusus oleh DLH. Sumber hanya menyebut penyesuaian titik akan dibahas kemudian.
Yang sudah pasti, jaring tidak dipasang di semua sungai. DLH memilih aliran yang membawa sampah ke arah kota, sementara sungai lain tetap ditangani lewat pembersihan rutin dan imbauan kepada warga.
Kewaspadaan saat masuk musim hujan
Memasuki peralihan musim kemarau ke musim hujan, Wali Kota Malang meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Kebersihan sungai dan saluran air dijaga lewat kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan dan kerja bakti berkala. Potensi banjir di kawasan Merjosari dinilai relatif kecil.
Pemerintah kota juga mengingatkan soal kebiasaan sehari-hari: membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sejak dari sumbernya, dan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Langkah kecil itu disebut berpengaruh langsung pada kualitas hidup warga dan keberlanjutan lingkungan kota.
Baca juga
- Kampung Klasik IV Merjosari Malang: 18 Anjungan Budaya dan Kalender Wisata
- 13 Bangunan di Kawasan GOR Ken Arok Dibongkar, Lahan Hijau Kota Malang Ditata Ulang
Baca juga
- Kampung Klasik IV Merjosari Malang: 18 Anjungan Budaya dan Kalender Wisata
- Jalan Griya Shanta Malang Ditutup Warga: Sikap Dishub dan Aturan yang Dipakai
- Angkutan Pelajar Gratis Kota Malang: 15 Rute, 66 Armada, Anggaran Rp1,9 Miliar
Foto: Dokumentasi: seru.co.id
